Sunday, April 12, 2009

Suara Dalam Jiwa

Anak dilahirkan dari rahim seorang ibu dengan nafas lembutnya dan langkah ikhlasnya. Tak ada keraguan baginya untuk menapaki tanah datar bergelombang. Jiwanya hanya untuk menemani titipan Ilahi tanpa ada harap balas kembali. Ucap bibirnya tak henti desirkan doa untuk keselamatan buah hatinya hingga terdengar air mata suci mengetuk keheningan.

Itulah mengapa tak mengherankan jika dalam raga kita terdapat jiwa pembentuk jasad kita. Tak jarang apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh wanita terbaik dalam hidup kita ataupun yang dia rasakan juga terasakan oleh kita. Batin kita selalu terikat dalam kasih lembut tanpa balas.

Sering aku mengalaminya. Misalnya hal sepele seperti pake baju warna sama. Walaupun tidak tiap hari, tapi itu sering saja terjadi. Trus keinginan yang sama. Suatu hari aku pergi beli sate buat Eyang Putri yang lagi turun tensinya, waktu pulang ngrasain haus banget pengen beli es. Akhirnya mampir beli es diplastik dibawa pulang.. Sampe rumah langsung buka inbox hape. (Karna kebiasaanku kalo cuma keluar rumah bentar males bawa hape).
Sms dari bundoku “Riz, beliin es diplastik”..

Aku langsung berpikir ini kebetulan atau memang antara kita ada yang menyatukan. Untuk baiknya, aku anggap kalo hal tsb memang antara anak dan ibu memiliki ikatan batin satu sama lain.Hehe....^^
Karna bukan sekali saja aku mengalaminya. Sering bangett..
Ibu, dalam ragaku ada separuh jiwamu..Huhuhu..
Tak kan pernah kuragu melangkahkan kaki karna doamu slalu iringi raga ini..

1 comment:

jingga said...

eh..ada award buatmu kawan..
pasang sendiri yaaa^^