Aku berjalan dalam garis tengah
bertanya, haruskah kutengok belakang
untuk semua yang tertulis dan terlukis??
Aku menatap dinding abu
apakah putih yang kuraih
ataukah gelap mampu kudapat??
Belenggu tak mau kan setia ramaikan kosong
hanya sapaan sesaat untuk tanyakan riang
adanya tak kan biarkan bimbang larut
cuma larikan gerah..
angkuhkan ayu
pesonakan senyum untuk jemputkan semilir
bersama lemah dampingi untuk kembali pada gairah
Kegelapan tak kan lama jadi dinding hampa
sorotnya haturkan uji bagi kedustaan nafas sia
sapaan,,
cobaan,,
2 comments:
seibarat sang supir; jengah jika tak tampak jalan belakang; risih pula jika pantulan cermin tak biasa tertengok;titian jalan di depan adalah kehidupan; tak kan laju kendara jika jalan di belakang dan pantulan cermin terus hantui mata
aku masih jadi kemudi,menengok lewat cermin melihat jalan sebelum,
ahh, aku tak peduli
aku masih tetap melaju..
Post a Comment